Rabu, 30 April 2014

Momentum Buruh, untuk Calon Buruh



Perjuangan Buruh, Perjuangan Kita
Momentum Hari Buruh, Untuk Para Calon Buruh
oleh Jeany Inayah

                Momemtum Hari buruh  yang di peringati setiap tanggal 1 Mei seringkali menjadi fenomena besar dimana perjuangan kelas pekerja dalam menuntut hak dan kesejahteraan serta keadilan kepada pemerintah sebagai regulator yang menentukan titik temu atara perusahaan dan serikat pekerja. Namun, seringkali juga momentum ini disalah artikan oleh banyak orang bahwa perjuangan pada hari buruh hanya untuk para buruh yang memang menjadi sebuah kebutuhan bagi mereka, sementara untuk tingkatan Mahasiswa, Petani, Nelayan, atau tingkatan Manajer, Dosen, Dekanat, Karyawan Kantoran yang menganggap dirinya bukan buruh hanya bersikap apatis menatap dibalik layar TV sambil berceloteh “aah kalian buruh banyak maunya”. Yang harus kita ketahui hari ini adalah bahwa buruh bukanlah seorang pekerja pada sebuah pabrik – pabrik, buruh dalam konteks ini adalah semua orang yang bekerja pada sebuah organisasi profit akan tetapi tidak memiliki alat produksi dan berstatus karyawan untuk menghasilkan laba untuk para investornya.
               
Sejatinya perjuangan buruh adalah perjuangan kita semua, khususnya kita yang berada pada tingkatan mahasiswa/i yang akan menjadi calon buruh, baik itu buruh jasa ataupun buruh teknologi dll, karena output dari Universitas memang adalah pekerja. Persoalan buruh adalah  persoalan yang marak dibicarakan, apalagi di dalamnya terdapat sebuah sistem tenaga kerja yang disebut sistem outsourching dimana sistem tersebut telah menghapuskan sisi kemanusiaan tenaga kerja. Bagaimana tidak, dengan adanya sistem outsourch perusahaan tidak perlu lagi mengeluarkan uang tunjangan untuk para pekerjanya. Kemudian perjuangan buruh berlanjut pada titik kesejahteraan yang di peroleh oleh sistem UMP ataupun UMR. Pada perjuangan ini pemerintah yang seharusnya berpihak pada rakyat dan membela hak – hak rakyat akan tetapi sikap mereka saat itu hanya cukup diam dan memilih jalan kompromis dengan pengusaha – pengusaha besar. Tidak ada efek yang signifikan atas kenaikan upah jika terus diimbangi dengan tingkat kenaikan inflasi yang menjerat rakyatnya. Pangkal dari permasalahan ini sebenarnya hanya pada tatanan sistem tata negara yang terlalu tunduk dan menghamba pada pemodal – pemodal yang turut memiliki andil pada bangsa ini.
                Oleh karena itu pada momentum Hari Buruh Internasional Tahun ini kami GERAKAN PEMUDA PATRIOTIK INDONESIA KOMISARIAT KAMPUS UIN JAKARTA menghimpun kawan – kawan dalam sebuah aksi masal pada tanggal 1 Mei di Istana negara dengan Tuntutan ;
1.       Hapuskan sistem Outsourching yang menghapuskan sisi kemanusiaan.
2.       Bersama para buruh memperjuangkan kenaikan Upah Layak bagi para pekerja
3.       Hapuskan sistem asuransi sosial dan kembali pada Jaminan Sosial untuk Rakyat Indonesia
4.       Turunkan Harga BBM dan Bahan Pokok
5.       Sediakan lapangan kerja yang layak dan menyeluruh bagi Rakyat Indonesia
6.       Stop Penanaman Modal Asing penggusur usaha Mikro
7.       Pendidikan Gratis dan Berkualitas untuk seluruh masyarakat Indonesia

SELAMAT HARI BURUH INTERNASIONAL
GERAKAN PEMUDA PATRIOTIK INDONESIA KOMISARIAT KAMPUS UIN JAKARTA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar