Sabtu, 11 Januari 2014

Resensi; " Menyoal Pemilu 2014" Catatan Awal Tahun Politik







 Oleh ; Almukromin ( Romi )
Resensi Terbitan Titik Press; “Menyoal Pemilu 2014”
Catatan Awal Tahun Politik
           
“Menyoal Pemilu 2014” adalah terbitan pertama sekaligus perubahan gaya dan bentuk penulisan yang di gagas oleh Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia ( GPPI ) Komisariat Kampus UIN Jakarta sebagai catatan awal tahun politik menuju pemilu 2014 bulan April mendatang. Berawal dari sebuah agenda diskusi rutin mingguan yang menganalisis Pemilu secara objektif dari segala sudut pandang, hingga melahirkan sebuah notulensi diskusi yang sengaja ditulis oleh para pemapar diskusi sekaligus penulis untuk menyajikan hasil analisis kepada khalayak umum untuk referensi serta bahan penimbang dalam persiapan pelaksanaan pemilu 2014 mendatang. Bentuk tulisan yang disajikan pada terbitan ini tidaklah terlihat beda jika disandingkan dengan tulisan – tulisan para aktifis bahkan bisa disebut dengan kaum revolusioner yang menyajikan data – data serta menganilis suatu keadaan secara objektif tanpa harus ‘pandang bulu’. Akan tetapi pandangan masyarakat umum tidaklah sama, tidak banyak juga yang berkata bahwa tulisan ini begitu frontal yang menurut sebagian orang akan membahayakan bagi penulis bahkan kelompok itu sendiri. Dan menurut saya, kebenaran akan tetap menjadi kebenaran yang memang harus di perjuangkan. Bahkan keluwesan bahasa yang digunakan penulis membuat kreatifitas menulis serta ruang berfikir menjadi semakin luas sehingga bukan menyajikan teori – teori kosong yang tidak sesuai dengan realita saat ini tetapi justru menyajikan sebuah gagasan yang terlahir dari kondisi objektif masyarakat saat ini.

            Persoalan pemilu memang marak dibicarakan 6 bulan terakhir sampai dengan hari ini, bahkan untuk sebagian aktifis mulai yang bergerak di barisan pemuda, buruh, hingga mahasiswa isu pemilu terlihat seksi untuk terus di serukan dalam sebuah forum bahkan diperjuangkan dalam lingkaran perjuangan. Seperti yang dikemukakan oleh Risman Sabo dalam tulisannya “ Pemilu 2014; Sebuah Ilusi Demokrasi”  bahwa benar yang terjadi saat ini bukanlah sebuah demokrasi akan tetapi pembajakan demokrasi. Karena idealnya demokrasi berarti “kedaulatan dari,oleh, dan untuk rakyat” sudah berubah menjadi “dari rakyat, oleh pejabat, untuk konglomerat”.  Hal ini bisa dibuktikan dan dilihat dari sebuah sistem pemilu yang tidak pernah terlepas dari sokongan dana  baik asing maupun pengusaha lokal yang mempunyai kepentingan bisnis dan kekuasaan. Melalui tangan – tangan pemerintahanlah mereka menggenggam kekuasaan dalam hal pembuatan kebijakan yang berpihak kepada pemodal. Tidak salah jika dalam istilah ekonomi dikenal dalam sebutan “infeasible hand” (tangan tak nampak). Kemiskinan rakyat menjadi sebuah peluang untuk mereka memanfaatkan kondisi ini dalam meraih suara terbanyak dalam pelaksanaan pemilu dengan melakukan kampanye yang hanya mengobral dengan sistem money politik. Keadaan ini terjadi karena ada hal yang mendasarinya yaitu basis struktur kehidupan adalah persoalan ekonomi. Maka, inilah yang dimanfaatkan oleh para pemodal untuk meraih kekuasaannya. Jadilah sebuah bentuk pembajakan demokrasi “ suara dari rakyat, oleh para pejabat yang terpilih dan untuk konglomerat yang menikmati” dalam hal ini juga dijelaskan “Bentuk Kedikatoran Modal dalam pelaksanaan pemilu 2014” yang ditulis oleh Jeanita Inayah dimana modal menjadi alat usaha untuk melanggengkan sebuah kekuasaan.
            Selain membahas sistem dan bentuk kedikatatoran dalam pemilu, buku ini juga menyajikan analisis bagaimana runtuhnya sebuah ideologi bangsa yang digagas dan dibangun oleh rakyat Indonesia yang berdasar pada Pancasila dan UUD 1945 (tanpa amandemen) serta pemilu juga pemicu disintegrasi bangsa yang tidak memiliki kedaulatan rakyat. Bisa dibayangkan berapa jumlah masyarakat kita yang terpecah akibat sistem pemilu yang selalu mengkotak – kotakan masyarakat. Bukan hanya ditingkatan masyarakat, melainkan pada tataran elite politikpun sudah terjadi baku hantam oleh skandal – skandal yang saling menyandera. Dilihat dari sisi keperempuananpun pemilu ternyata pemilu mempunyai misi besar sebagai bentuk eksploitasi kader perempuan dalam peran politik.
            Maka lengkaplah analisis tulisan dalam buku ini yang melihat pemilu secara utuh dan objektif. Kumpulan tulisan yang diangkat dari hasil kajian mengupas segala bentuk persoalan yang berkaitan dengan proses pemilu 2014. Mulai dari persoalan yang berkaitan dengan konstitusi dan UU, proses persiapan pemilu 2014, sampai pada potensi –potensi yang bisa muncul dari pemilu 2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar