Oleh ; Almukromin ( Romi )
Resensi Terbitan Titik Press; “Menyoal Pemilu 2014”
Catatan Awal Tahun Politik
“Menyoal
Pemilu 2014” adalah terbitan pertama sekaligus perubahan gaya dan bentuk
penulisan yang di gagas oleh Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia ( GPPI )
Komisariat Kampus UIN Jakarta sebagai catatan awal tahun politik menuju pemilu
2014 bulan April mendatang. Berawal dari sebuah agenda diskusi rutin mingguan
yang menganalisis Pemilu secara objektif dari segala sudut pandang, hingga
melahirkan sebuah notulensi diskusi yang sengaja ditulis oleh para pemapar
diskusi sekaligus penulis untuk menyajikan hasil analisis kepada khalayak umum
untuk referensi serta bahan penimbang dalam persiapan pelaksanaan pemilu 2014
mendatang. Bentuk tulisan yang disajikan pada terbitan ini tidaklah terlihat
beda jika disandingkan dengan tulisan – tulisan para aktifis bahkan bisa
disebut dengan kaum revolusioner yang menyajikan data – data serta menganilis
suatu keadaan secara objektif tanpa harus ‘pandang bulu’. Akan tetapi pandangan
masyarakat umum tidaklah sama, tidak banyak juga yang berkata bahwa tulisan ini
begitu frontal yang menurut sebagian orang akan membahayakan bagi penulis
bahkan kelompok itu sendiri. Dan menurut saya, kebenaran akan tetap menjadi
kebenaran yang memang harus di perjuangkan. Bahkan keluwesan bahasa yang
digunakan penulis membuat kreatifitas menulis serta ruang berfikir menjadi
semakin luas sehingga bukan menyajikan teori – teori kosong yang tidak sesuai
dengan realita saat ini tetapi justru menyajikan sebuah gagasan yang terlahir
dari kondisi objektif masyarakat saat ini.
Persoalan pemilu memang marak
dibicarakan 6 bulan terakhir sampai dengan hari ini, bahkan untuk sebagian
aktifis mulai yang bergerak di barisan pemuda, buruh, hingga mahasiswa isu
pemilu terlihat seksi untuk terus di serukan dalam sebuah forum bahkan
diperjuangkan dalam lingkaran perjuangan. Seperti yang dikemukakan oleh Risman
Sabo dalam tulisannya “ Pemilu 2014; Sebuah Ilusi Demokrasi” bahwa benar yang terjadi saat ini bukanlah
sebuah demokrasi akan tetapi pembajakan demokrasi. Karena idealnya demokrasi
berarti “kedaulatan dari,oleh, dan untuk rakyat” sudah berubah menjadi “dari
rakyat, oleh pejabat, untuk konglomerat”. Hal ini bisa dibuktikan dan dilihat dari
sebuah sistem pemilu yang tidak pernah terlepas dari sokongan dana baik asing maupun pengusaha lokal yang
mempunyai kepentingan bisnis dan kekuasaan. Melalui tangan – tangan pemerintahanlah
mereka menggenggam kekuasaan dalam hal pembuatan kebijakan yang berpihak kepada
pemodal. Tidak salah jika dalam istilah ekonomi dikenal dalam sebutan “infeasible
hand” (tangan tak nampak). Kemiskinan rakyat menjadi sebuah peluang untuk
mereka memanfaatkan kondisi ini dalam meraih suara terbanyak dalam pelaksanaan
pemilu dengan melakukan kampanye yang hanya mengobral dengan sistem money
politik. Keadaan ini terjadi karena ada hal yang mendasarinya yaitu basis
struktur kehidupan adalah persoalan ekonomi. Maka, inilah yang dimanfaatkan
oleh para pemodal untuk meraih kekuasaannya. Jadilah sebuah bentuk pembajakan
demokrasi “ suara dari rakyat, oleh para pejabat yang terpilih dan untuk konglomerat
yang menikmati” dalam hal ini juga dijelaskan “Bentuk Kedikatoran Modal dalam
pelaksanaan pemilu 2014” yang ditulis oleh Jeanita Inayah dimana modal menjadi
alat usaha untuk melanggengkan sebuah kekuasaan.
Selain membahas sistem dan bentuk
kedikatatoran dalam pemilu, buku ini juga menyajikan analisis bagaimana
runtuhnya sebuah ideologi bangsa yang digagas dan dibangun oleh rakyat
Indonesia yang berdasar pada Pancasila dan UUD 1945 (tanpa amandemen) serta
pemilu juga pemicu disintegrasi bangsa yang tidak memiliki kedaulatan rakyat.
Bisa dibayangkan berapa jumlah masyarakat kita yang terpecah akibat sistem
pemilu yang selalu mengkotak – kotakan masyarakat. Bukan hanya ditingkatan
masyarakat, melainkan pada tataran elite politikpun sudah terjadi baku hantam
oleh skandal – skandal yang saling menyandera. Dilihat dari sisi
keperempuananpun pemilu ternyata pemilu mempunyai misi besar sebagai bentuk
eksploitasi kader perempuan dalam peran politik.
Maka lengkaplah analisis tulisan
dalam buku ini yang melihat pemilu secara utuh dan objektif. Kumpulan tulisan
yang diangkat dari hasil kajian mengupas segala bentuk persoalan yang berkaitan
dengan proses pemilu 2014. Mulai dari persoalan yang berkaitan dengan
konstitusi dan UU, proses persiapan pemilu 2014, sampai pada potensi –potensi yang
bisa muncul dari pemilu 2014.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar