G-30-S & PKI
Konspirasi dibalik penanaman mindshet
Jika ada bagian sejarah yang dicat kelabu di atas kelabu,
inilah bagian
itu. Orang-orang dan kejadian-kejadian tampak seperti
kebalikan si
Schlemihl, seperti bayang-bayang yang kehilangan tubuh.1
Karl Marx, Th e Eighteenth
Brumaire of Louis Bonaparte (1852)
Bulan
September merupakan bulan yang kelam bagi beberapa negara seperti Chile yang
terjadi kudeta kekuasaan oleh para politisi sayap kanan terhadap pemerintahan
yang berhaluan kiri dengan menumpas habis semua masyarakatnya yang berhaluan
sosialis. Begitupun dengan sejarah kelam Indonesia, bulan September merupakan
sejarah kelam dalam wacana perpolitikannya.
Tepat pada 30 september 1965
terjadi Gerakan 30 September yang lebih terknal dengan G-30-S. peristiwa
penculikan tujuh jendral yang katanya dibunuh dengan sadis dan mayatnya
dibuang ke lubang buaya. sebuah riak kecil ditengah-tengah samudra (soekarno)
tetapi kenapa peristiwa ini seakan menjadi tragedi kemanusian yang begitu
besar, bukankah pasca G-30-S terjadi penumpasan lebih 300.000 Jiwa masyrakat
Indonesia yang katanya mereka adalah anggota maupun simpatisan PKI.
Pertanyaannya adalah “apa hubungan G-30-S dengan PKI? “apa alasan yang factual
untuk menyatakan bahwa G-30-s di dalangi oleh PKI? Dan “apa pembunuhan masal
300.000 jiwa pasca G-30-S bukanlah
tragedy kemanusian yang besar ketimbang pembunuhan tujuh jendral?
Sebuah pertanyaan sederhana yang semestinya dapat dijawab
seluruh masyarakat Indonesia yang mengutuk habis-habisan PKI.
Kilas balik sejarah
Menjelang seperempat awal abad ke-20 bangsa Hindia Belanda
perlahan mulai menemukan jati dirinya, cikal bakal aura menuju kemerdekaan
mulai terasa diringi dengan kemunculannya organisasi-organisasi pergerakan yang
di dirikan oleh para pemuda pribumi. Berdirinya SDI, Budi Utomo, Indische
Partij, Muhammadiyah dan lain sebagainya.
Memasuki
tahun 1920, organisasi-organisasi pergerakan melahirkan partai-partai politik
seperti PNI, PKI, Partindo dan lain sebagainya. Pada masa ini bangsa pribumi sudah mulai mengenal ikatan
nation, nama Indonesia sudah mulai popular khusunya di kalangan pelajar
dan pemuda pribumi.
Partai
Komunis Indonesia lahir sejak perpecahan yang terjadi dalam Sarkat Islam.
Sarekat Islam yang terbagi menjadi dua antara SI putih yang di prakarsai oleh
gengnya H. Agus Salim dan kawan serta SI merah yang dimotori oleh Semaun dkk. Dari Si merah inilah kemudian
pada tahun 1919 semaun mendirikan PKH (Partai Komunis Hindia) dan kemudian pada
tahun 1920 berubah lagi menjadi PKI (Partai Komunis Indonesia).
PKI adalah sebuah partai dengan anggota kurang lebih tiga juta orang
yang terdiri dari kaum buruh dan petani yang sangat terorganisir. Bahkan dia
adalah partai politik pertama yang menggunakan kata Indonesia dalam oragnisasi
politiknya. Kalau pemerintah berniat bersikukuh bahwa “PKI” mengorganisasikan
G-30-S, maka pemerintah harus mampu menjelaskan siapa di dalam PKI yang
mengorganisasikan gerakan tersebut. Apakah tiga juta anggota partai secara
keseluruhan bertanggung jawab? Atau kah sebagian? Atau hanya pimpinan partai?
Apakah pihak pimpinan itu Central Comite atau Politbiro? Sepanjang masa
kepemimpinan Suharto pemerintah tidak pernah dengan telak mengidentiļ¬kasi siapa
di dalam PKI yang bertanggung jawab. Malahan, dengan secara terus-menerus menggunakan
istilah “PKI” masyarakat
digiring untuk percaya bahwa bukan hanya seluruh tiga juta
anggota partai yang bertanggung jawab, tetapi juga siapa pun yang berhubungan
dengan partai, seperti para anggota organisasi-organisasi sealiran (seperti
Lekra), bertanggung jawab.
Peristiwa G-30-S lebih tepat dilihat sebagai deep
politics (poiltik terselubung) untuk penumpasan PKI, pengambilalihan
kekuasaan Negara oleh tentara, dan pergeseran tajam posisi strategis Amerika
Serikat di Asia Tenggara. Lewat kecerdikan
si super hero (Suharto) teragedi G-30-S dikemas menjadi arena menarik untuk
dimainkan. Lewat peran media, film documenter G-30-S, bahkan monumen kesaktian
pancasila mencekoki masyarakat untuk terus mengingat dan membenci G-30-S atau
PKI. Pada akhirnya saya harus mengatakan bahwa G-30-S adalah “konspirasi
dibalik penanaman mindshet” yang secara berhasil telah mengelabui semua
masyarakat untuk percaya dan mengutuk PKI meskipun ada atau tidak adanya alasan
factual mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar